Pagi Ceria Raih Rekor Muri: Persembahan Kemendikdasmen di Hari Anak Nasional 2025
Lusi mahgriefie
Jum'at, 25 Juli 2025 - 08:02 WIB
Pertemuan Pagi Ceria pada peringatan Hari Anak Nasional 2025 meraih rekor MURI. Foto: kemendikdasmen.go.id
Pertemuan Pagi Ceria Serentak di seluruh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada peringatan Hari Anak Nasional 2025 berhasil meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Acara yang digelar Rabu (23/7) itu diikuti para peserta yang berasal dari berbagai satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB di seluruh Indonesia. Semua bersama-sama melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan kegiatan ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penghargaan atas Senam Anak Indonesia Hebat secara Serentak di Satuan Pendidikan Terbanyak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti hadir di SD Islam Ruhama, Tangerang Selatan. Turut mendampingi, jajaran pimpinan Kemendikdasmen, serta perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Ia menerima penghargaan Rekor MURI atas partisipasi aktif seluruh siswa, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia dalam SAIH.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Museum Rekor Indonesia, seluruh jajaran Kemendikdasmen, UPT di seluruh Indonesia, pemerintah daerah, guru, dan siswa atas partisipasinya menyukseskan kegiatan Pagi Ceria. Semoga rekor Pagi Ceria hari ini menjadi langkah awal lahirnya generasi Indonesia yang hebat, generasi kuat, generasi Indonesia Emas 2045," ujarnya saat menerima penghargaan, Rabu (23/7).
Baca juga:Kemendikdasmen Ajak Semua Sekolah Rayakan Pagi Ceria Serentak di Hari Anak Nasional
Sebagai bagian dari kegiatan Pagi Ceria, seluruh satuan pendidikan diajak untuk membiasakan tiga aktivitas utama pembentukan karakter: Senam Anak Indonesia Hebat untuk membangun kebugaran dan semangat belajar, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air, dan berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing untuk memperkuat spiritualitas dan toleransi. Ketiganya dirancang untuk membangun karakter anak sejak hari pertama masuk sekolah.
Selain peraihan rekor MURI, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi Cerita Pagi Ceria dimana perwakilan guru dan siswa berbagi pengalaman kepada Mendikdasmen mengenai harapan mereka di Hari Anak Nasional.
Acara yang digelar Rabu (23/7) itu diikuti para peserta yang berasal dari berbagai satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB di seluruh Indonesia. Semua bersama-sama melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dan kegiatan ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penghargaan atas Senam Anak Indonesia Hebat secara Serentak di Satuan Pendidikan Terbanyak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti hadir di SD Islam Ruhama, Tangerang Selatan. Turut mendampingi, jajaran pimpinan Kemendikdasmen, serta perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Ia menerima penghargaan Rekor MURI atas partisipasi aktif seluruh siswa, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia dalam SAIH.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Museum Rekor Indonesia, seluruh jajaran Kemendikdasmen, UPT di seluruh Indonesia, pemerintah daerah, guru, dan siswa atas partisipasinya menyukseskan kegiatan Pagi Ceria. Semoga rekor Pagi Ceria hari ini menjadi langkah awal lahirnya generasi Indonesia yang hebat, generasi kuat, generasi Indonesia Emas 2045," ujarnya saat menerima penghargaan, Rabu (23/7).
Baca juga:Kemendikdasmen Ajak Semua Sekolah Rayakan Pagi Ceria Serentak di Hari Anak Nasional
Sebagai bagian dari kegiatan Pagi Ceria, seluruh satuan pendidikan diajak untuk membiasakan tiga aktivitas utama pembentukan karakter: Senam Anak Indonesia Hebat untuk membangun kebugaran dan semangat belajar, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air, dan berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing untuk memperkuat spiritualitas dan toleransi. Ketiganya dirancang untuk membangun karakter anak sejak hari pertama masuk sekolah.
Selain peraihan rekor MURI, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi Cerita Pagi Ceria dimana perwakilan guru dan siswa berbagi pengalaman kepada Mendikdasmen mengenai harapan mereka di Hari Anak Nasional.